![]() |
| Sumber : http://www.bawahlaci.com |
Negara Indonesia telah rugi sebanyak Rp33,29 miliyar terhitung hingga Agustus 2015 sejak 3 tahun terakhir, hanya karena serangan yang dilakukan oleh oara peretas/hacker. Negara Indonesia masih tergolong rentan dalam serangan yang dilakukan oleh peretas/hacker, disebut dalam data Security Threat 2013.
Sebanyak 497 orang dari 389 WNA dan 108 WNI telah ditangkap menjadi tersangka dalam kasus di dunia maya, terhitung sejal 2012 sampai april 2015 oleh Sibdit IT/Cyber Crime. Kejahatan ini meningkan dikarenakan semakin banyaknnya pengguna internet dan semakin baiknnya jaringan koneksi internet di Indonesia.
Semakin berkembangnnya teknologi semakin banyak juga kasus-kasus yang terjadi disebabkan oleh teknologi itu sendiri, mungkin kedepannya akan terjadi peretasan mobil-mobil mewah yang bisa diterobos dengan jaringan teknologi, walaupun kasus seperti ini belom terjadi di wilayah Indonesia atau asia, kasus seperti ini berpotensi manjadi kejahatan model baru di masa yang akan datang, seiring dengan banyaknnya penggunaan mobil yang moderen berbasis sync, wifi, bluetooth dan sejenisnnya, dan terkoneksi dengan internet. Kejahatan seperti ini sedang menjadi isu hangat di kalangan pelaku industri otomotif negara-negara maju, seperti London. Terdapat 6.000 kasusu pencurian mobil dengan keyless entry pada tahun 2014 saja.

