![]() |
Sumber : koran-sindo.com
|
Tren
ancaman kejahatan yang muncul di dunia maya atau "cyber crime" kini
semakin canggih dan mengakibatkan pengguna internet mengalami kerugian cukup
besar setiap tahunnya.
Penjahat dunia maya saat ini menggunakan serangan lebih canggih, seperti
"ransomware" dan "spear-phishing" yang dapat memberikan uang
yang lebih banyak dari serangan sebelumnya.
Dengan adanya internet yang tanpa batas sekarang ini, ancaman kejahatan cyber makin tidak terbatas
pada negara-negara tertentu, termasuk Indonesia yang menjadi salah satu
Negara yang rentang akan serangan kejahatan oleh cyber crime .
Di perkirakan jumlah
orang dewasa pengguna internet yang mengalami kejahatan cyber mengalami
penurunan dari 46 persen pada 2012 menjadi 41 persen pada 2013.
Maka angka kerugian akibat kejahatan cyber selama satu tahun dapat mencapai 113
miliar dolar AS dengan jumlah korban mencapai 378 juta orang atau sekitar 12
orang menjadi korban setiap detiknya.
Akan
tetapi, angka kerugian yang dialami korban justru meningkat hampir 50 persen
dari rata-rata hanya 197 dolar AS pada 2012 menjadi 298 dolar AS. Ini menjadi
bukti bahwa kejahatan di dunia maya sudah semakin canggih cara kerjanya.
Saat ini penjahat cyber punya potensi untuk mengakses berbagai informasi melalui identitas pribadi, kartu kredit maupun rincian data keuangan bahkan jumlah masyarakat indonesia makin meningkat yang terhubung ke internet dengan perangkat bergerak (mobile).

